Mitos dan fakta tentang berita akurat di media sosial memang seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Terkadang, informasi yang beredar di media sosial tidak selalu dapat dipercaya begitu saja. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua sebagai pengguna media sosial.
Mitos pertama yang seringkali muncul adalah bahwa semua berita di media sosial adalah benar. Namun, faktanya adalah tidak semua berita yang beredar di media sosial dapat dipercaya. Menurut Dr. Ir. Suharso Monoarfa, M.Sc., Ph.D., selaku pakar media sosial, “Penting bagi kita untuk selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai sebuah berita di media sosial. Jangan langsung percaya begitu saja tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.”
Selain itu, mitos lain yang sering muncul adalah bahwa berita di media sosial selalu tendensius. Namun, menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebenarnya masih ada berita-berita yang akurat di media sosial. “Tidak semua berita di media sosial tendensius, masih ada berita-berita yang dapat dipercaya dan akurat,” kata Bapak Jamaludin, Ketua APJII.
Namun, fakta tetaplah fakta bahwa masih banyak berita palsu atau hoaks yang beredar di media sosial. Menurut laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, “Berita palsu atau hoaks dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan, seperti memicu konflik sosial dan merusak citra seseorang atau lembaga.”
Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pengguna media sosial untuk bijak dalam menyikapi berita-berita yang beredar. Selalu lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membagikan atau mempercayai sebuah berita. Sebagai kata penutup, mari bersama-sama memerangi berita palsu dan menyebarkan informasi yang akurat di media sosial. Semoga dengan kesadaran kita sebagai pengguna media sosial, kita dapat menciptakan lingkungan media sosial yang lebih sehat dan berkualitas.