Saat ini, masyarakat di seluruh dunia sedang dihadapkan pada masalah yang tak kalah serius daripada pandemi COVID-19, yaitu penyebaran kabar hoaks. Kabar hoaks atau yang sering disebut dengan fake news dapat merugikan banyak pihak, mulai dari individu hingga negara secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghindari penyebaran kabar hoaks dengan memilih kabar terpercaya.
Menurut pakar komunikasi sosial, Prof. Dr. Arie Wahyu Wibowo, M.Si., menyatakan bahwa kabar hoaks dapat menimbulkan kepanikan dan ketidakpercayaan di masyarakat. “Kabar hoaks seringkali disebarkan tanpa melalui proses verifikasi yang benar, sehingga informasi yang disampaikan tidak dapat dipercaya dan dapat merugikan banyak orang,” ujar Prof. Arie.
Salah satu cara untuk menghindari penyebaran kabar hoaks adalah dengan memilih sumber berita yang terpercaya. Menurut survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset Kebenaran Media, hanya 30% dari seluruh informasi yang beredar di media sosial adalah benar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Menurut Direktur Jenderal Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, masyarakat juga perlu lebih cerdas dalam menilai kebenaran suatu informasi. “Jangan langsung percaya pada setiap informasi yang Anda terima, tapi selalu cek dan verifikasi informasi tersebut sebelum menyebarkannya,” ujar Ahmad.
Selain itu, kita juga perlu meningkatkan literasi digital agar dapat membedakan antara kabar hoaks dan kabar yang benar. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih rendah, sehingga rentan terhadap penyebaran kabar hoaks.
Dengan memilih kabar terpercaya, kita dapat membantu mengurangi penyebaran kabar hoaks dan menciptakan lingkungan informasi yang sehat. Sebagai masyarakat yang cerdas, kita memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang benar dan akurat. Mari bersama-sama menghindari penyebaran kabar hoaks dengan memilih kabar terpercaya. Semoga dengan langkah ini, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan terhindar dari dampak negatif kabar hoaks.