Fenomena kabar viral memang menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri lagi dalam era digital ini. Bagaimana berita bisa menyebar dengan begitu cepat dan luas, bahkan tanpa kita sadari. Tidak jarang kita melihat berita viral yang menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam waktu singkat.
Menurut pakar media sosial, Budi Setiawan, kabar viral dapat menyebar dengan cepat karena adanya faktor-faktor seperti keunikan cerita, emosi yang terlibat, dan kemudahan dalam berbagi informasi di platform digital. “Ketika suatu berita mampu menarik perhatian dan emosi pembaca, maka mereka akan cenderung untuk membagikannya kepada orang lain,” ujar Budi.
Tak hanya itu, fenomena kabar viral juga didorong oleh faktor teknis seperti algoritma media sosial yang memprioritaskan konten yang dianggap relevan dan menarik bagi pengguna. Hal ini membuat berita viral bisa menyebar dengan begitu cepat dan luas, bahkan melebihi jangkauan media tradisional.
Menurut data dari lembaga riset Statista, jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini juga turut mempercepat penyebaran berita viral di tanah air. “Dengan semakin banyaknya pengguna media sosial, potensi sebuah berita untuk menjadi viral juga semakin besar,” kata Budi.
Namun, kita juga perlu berhati-hati dalam menyebarkan berita viral. Menurut pakar media digital, Andi Wijaya, banyak berita viral yang ternyata hoaks atau informasi yang tidak benar. “Kita sebagai pengguna media sosial harus bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak,” ucap Andi.
Dengan demikian, fenomena kabar viral memang bisa menjadi hal yang menarik namun juga perlu dihadapi dengan bijak. Kita sebagai pengguna media sosial harus mampu menyaring informasi dan tidak terpancing emosi dalam menyebarkan berita. Sehingga, berita viral yang menyebar di era digital dapat bermanfaat bagi semua pihak.